Homepage

Terkait Penyisiran dan Penerbitan GB, Tiga Tokoh Adat Pulau Buru Angkat Bicara Ke Pemerintah



Namlea-, lensadaerah.com. Tambang Emas gunung Botak yang berada di Desa Persiapan Wamsait, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru Provinsi Maluku kini menjadi asumsi publik pasca di adakanya pentertiban dan penyisiran para penambang emas yang ada di gunung botak beberapa hari lalu.

Kali ini, Tiga Tokoh Adat Persekutuan Hukum Adat Petuanan Kaiely diataranya Fandi Ashari Wael, S.STP selaku Raja Petuanan Kaiely, Manalilin Besan selaku Hinolong Baman, dan Ali Wael selaku Gebamtuan Waihidi (Kakcodin). Angkat bicara dan Himbauan harapan tersebut disampaikan dalam bentuk Baliho yang di pajang ditempat-tempat strategis di Dataran Waeapo. Selain Baliho penyampaian himbauan dan harapan juga di sampaikan dalam bentuk selebaran dan menggunakan soun sistem informasi yang dibacakan mengiringi pemasangan baliho dimulai dari Kecamatan Lolong Guna hingga Kecamatan Waelata, pada Senin (23/5/2022).




Dalam baliho yang terpajang terpantau penyampaian disampaikan, Tambang Emas ini adalah anugrah Tuhan untuk Bumi Bupolo dan kehadiran negara diperuntukkan sebaik-baiknya demi kesejahteraan kita semua.


Lebih lanjut disampaikan, Adat Petuanan Kaiely meminta semua basudara agar dapat menahan diri, untuk tidak terus menerus merusak lingkungan diseputaran Gunung Botak, Anhoni maupun wilayah sekitarnya, tidak memasok, menjual, dan menggunakan bahan beracun dan berbahaya Cianida dan lain-lain, serta Pemerintah Hukum Adat Petuanan Kaiely dengan ini meminta kepada Pemerintah dan pihak Kepolisian Resort Pulau Buru agar bertindak tegas, tepat, dan tidak melakukan pembayaran Ilegal Mining dalam Wilayah Adat Petuanan Kaiely.




Dalam selebaran yang disampaikan Haji Umar selaku Tokoh Masyarakat yang juga dibacakan dalam mengiringi pemasangan baliho diantarnya, sebagai mahluk ciptaan Tuhan, patutlah bersyukur dengan adanya Tambang Emas Lea Bumi Gunung Botak yang hasilnya sangat membantu masyarat, baik lansung maupun tidak langsung, mendukung pihak keamanan terkait penertiban pada areal Tambang Emas Gunung Botak (Lea Bumi), bagi masyarakat diharapkan selalu menjaga keamanan dan ketertiban dimanapun kita berada teristimewa diseputaran lokasi tambang.

Dalam selebaran tersebut juga disampaikan harapan masyarakat kepada Tokoh-tokoh Adat, Bapak Bupati Kabupaten Buru, Bapak Gubernur Maluku dan Bapak Presiden Republik Indonesia agar masyarakat kembali.



bekerja di Tambang Emas Gunung Botak (Lea Bumi), mengingat pandangan masyarakat bahwa Gunung Botak adalah ladang atau kebun masyarakat yang setiap saat siap panen.

Diakhir penyampaian Haji Umar selaku Tokoh Masyarakat menyampaikan bahwasanya Tambang Emas Gunung Botak yang berada di Wilayah Adat Petuanan Kaiely, Desa Persiapan Wamsait, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru merupakan potensi kearifan lokal yang dapat menghidupkan masyarakat mengingat dampak Covid-19 teristimewa dalam bidang ekonomi.

“Untuk itu harapan kami masyarakat kembali beraktivitas dalam waktu tidak terlalu lama (sesudah penertiban), Demikian harapan Kami,” ungkap Haji Umar Nurlatu dalam selebaran yang dibacakannya, Waegernangan.

Gunung botak adalah salah satu wilayah tambang emas yang berada pada wilayah adat yang perlu di lestarikan bersama demi kelangsungan hidup masyarakat setempat dan menjadi tulang punggung Ekonomi masyarakat di wilayah tersebut sehingga perlu adanya perhatian serius dari pemerintah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui aktifitas pencaharian dalam memenuhi kebutuhan hidup masyarakat setempat. ( Red ).



Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button