Homepage

Hari Ke 2 Tim Gabungan Kembali Sisir Bak Rendaman Milik Penambang Emas



Namlea,- Lensadaerah.com, Tim Gabungan Polres Pulau buru di bantu aparat TNI kodim Namlea dan Polisi militer (POM) kembali melakukan Penyisiran dan pengusuran Bak Rendaman milik penambang Emas Tanpa ijin (PETI) di bantaran sungai kali anahoni desa kayeli kabupaten buru pada hari kedua (2).

Alat berat exsavator yang di kawal ketat oleh anggota polres pulau buru dan TNI di kerahkan untuk menghancurkan bak rendaman yang menjadi tempat lokasi aktifitas penambang Emas.

Bak Rendaman yang memakai bahan kimia itu akan di hancurkan memakai alat berat (Exsavator) sehingga tidak terjadi kerusakan lingkungan yang berdampak terhadap Kehidupan kesehatan masyarakat.



Tim gabungan polres pulau buru dn TNI terus melakukan rutinitas Penerbitan dan penyisiran kepada para penambang untuk memastikan tidak ada lagi aktifitas penambang di gunung botak saat kegiatan penyiaran.

Paur Humas Polres Pulau buru Aipda M.Y.S Djamaluddin saat di konfirmasi Lensadaerah.com melalui pesan WhatsAppnya, 21/5/2022 melaporkan.

Perihal : Penertiban hari ke II kegiatan penambangan emas tanpa izin dengan Metode Rendaman di lokasi Wasboli dan lokasi Sampeno*

Mohon izin melaporkan pada hari Sabtu tanggal 21 Mei 2022 telah dilaksanakan penertiban dan penyisiran aktifitas penambangan emas tanpa izin (PETI) dengan metode Rendaman di lokasi Bantaran Sungai Kali Anahoni yang dipimpin oleh Kabag Ops Polres P. Buru Akp Uspril W. Futwembun, S. Sos, M.H. dengan dilaporkan sebagai berikut : Sesuai Surat Perintah Kapolres P. Buru, Nomor Sprin/653/V/PAM/.3.3./2022*



*II. Waktu : Hari Sabtu tanggal 21 Mei 2022 08.00 Wit s.d pukul 17.00 Wit.*

*III. Adapun perwira yang terlibat dalam Sprin yakni :*
– Kasat Samapta Polres P. Buru Akp John R.Soplanit
– Kapos Pam Gunung Botak P. Buru Ipda Andre Layan.
– Kasat Pol Air Polres P. Buru Ipda Jefi Lerri
– Kasi Propam Polres P. Buru Ipda Dede S. Rifai S.H
– Kapolsek Waeapo Polres P. Buru Ipda Andreas H. Panjaitan.
– Kanit IV Sat Reskrim Ipda Carles Langitan S.H
– Kasubsiedumasan Siewas Ipda R. Kastem
– Pasiaga II Polres P. Buru Ipda Syamsudin P

*IV. Personil yang terlibat dalam kegiatan penyisiran dengan jumlah personil 112 personil dengan keterangan :*
– 28 personil Sat Samapta
– 5 personil Sat Reskrim
– 5 personil Sat Intel
– 4 personil Sat Lantas
– 4 personil Sat Binmas
– 3 personil Sat Pol air
– 2 personil Sie Propam
– 2 personil Bag Log
– 1 personil Sie Humas
– 10 personil Polsek Waeapo
– 33 personil Pos Pam Gunung Botak
– 10 personil Koramil 04 Waeapo
– 5 personil Subden POM Namlea.



*V. Dengan Sasaran :*
Aktifitas pertambangan dengan menggunakan metode Rendaman

*VI. Lokasi kegiatan :*
Bantaran sungai kali Anahoni Desa Kayeli Kec. Teluk Kayeli

*VII. Dengan kegiatan pelaksanaan sebagai berikut :*

1. Pukul 08.00 Wit, dilaksanakan apel di Mapolres P. Buru yang diambil oleh Kasi Propam Polres Polres P. Buru, Ipda Dede Rifai S.H sekaligus pengecekan personil. Sebelum melaksanakan kegiatan terdapat penyampaian yg disampaikan yakni :

– Mengecek personil yang melaksanakan kegiatan pada hari ini

– Bahwa kegiatan ini atas surat Printah Kapolres P. Buru jadi harus di dilakukan dengan sungguh”

2. Pukul 09.00 Wit, personil yg terlibat dlm sprin menuju lokasi PETI gunung botak desa persiapan Wamsait Kec. Waelata Kab. Buru dengan menggunakan 1 unit mobil truk

3. Pukul 10.00 Wit, personil yg terlibat dlm sprin tiba dilokasi PETI gunung botak Desa persiapan Wamsait Kec. Waelata Kab. Buru.

4. Pukul 10.20 Wit, dilaksanakan apel persiapan penertiban di Pertigaan Jalur D lokasi PETI gunung botak Desa Persiapan Wamsait Kec. Waelata Kab. Buru yg di ambil langsung oleh Kabag Ops Polres P. Buru (Akp Uspril W. Futwembun, S. Sos, M.H), adapun beberapa penyampaian sbb.



– Dalam pelaksanaan tugas agar selalu mengutamakan keselamatan perorangan maupun dalam bentuk Tim.

– Selain itu personil yang bertugas melakukan penyisiran dan penertiban harus bersikap humanis namun tegas

– Sebelum melakukan pemusnahan tenda maupun barang-barang milik penambang agar dilakukan himbauan kepada para penambang untuk mengosongkan lokasi Rendaman yang ada di Bantaran kali sungai Anahoni

– Gunakan handphone untuk komunikasi dan dokumentasi pribadi dan Jangan ada yang live dimedia sosial terkait kegiatan penyisiran, apabila ada gesekan segera laporkan ke perwira pengendali.

– Bahwa dalam pelaksanaan penertiban kita bagi menjadi 2 (dua) Tim yakni Tim 1 yang berjumlah 75 melakukan penertiban dilokasi hulu sungai anahoni, dan Tim 2 berjumlah 75 ber lokasi di hilir sungai anohoni

– Pengunaan Senpi harus sesuai dengan printah masing” padal

– Dalam pelaksanaan anggota yg terlibat dlm sprin tdk diperbolehkan melakukan hal yg dapat merugikan masyarakat dan utamakan keselamatan.

– Kemudian dilanjutkan dgn kegiatan penertiban.



5. Pukul 10.40 Wit tim mulai bergerak untuk melakukan pembersihan kegiatan penambangan emas yang diawali dari lokasi Bantaran Kali Sungai Anahoni menggunakan satu unit alat berat jenis Excavator yang mana alat tersebut akan membongkar bak-bak rendaman dengan tujuan bak-bak tersebut tidak dapat digunakan lagi. Sebelum melaksanakan penertiban dilakukan Sosialisasi kepada para penambang

6. Pukul 11.00 Wit Personil melakukan pembongkaran di Areal Lokasi bantran sungai kali Anhoni yang mana pembongkaran menggunakan Excavator mini

7. Pukul 13.00 Wit Peronil melakukan istirahat Isoma (istirahat makan siang)

8. Pukul 13.30 Wit, Personil melanjutkan kegiatan penertiban

9. Pukul 17.00 kegiatan selesai, kemudian dilakukan apel konsulidasi di Kali anahoni yang mana tanda berakhirnya kegiatan

*VII. Hasil pelaksanaan :*

a. Telah dirusak sejumlah bak rendaman milik para penambang emas tanpa izin di lokasi bantaran sungai kali Anahoni Desa Kayeli Kecamatan Teluk Kayeli dengan jumlah 200 bak rendaman dengan cara digusur menggunakan alat berat jenis Eksavator CAT kecil

b. Telah dirusak 100 tenda milik penambang dan warung yang beroperasi di lokasi Anahoni Desa Kayeli Kecamatan Teluk Kayeli.

c. Bahwa bak rendaman yang tidak aktif atau tidak beroperasi berjumlah 100 bak rendaman.

d. Personil yg melaksanakan pengawalan pada alat berat berjumlah 20 personil.

e. Para penambang yang masih bertahan telah meninggalkan lokasi tambang Sampeno dan lokasi Wasboli Desa Kayeli Kecamatan Teluk Kayeli.




1) Bahwa pasca penyisiran para penambang secara berangsur-angsur telah meninggalkan lokasi kali Sampeno dan lokasi Wasboli.

2) Aktifitas penambangan emas tanpa izin metode rendaman pada lokasi Wasboli dan lokasi Sampeno telah ditertibkan dan di gusur seluruhnya dan bak tersebut tidak dapat digunakan lagi

3) Pasca penyisiran personil Polsek Waeapo dan personil pam Gunung botak akan rutin melakukan patroli untuk mencegah kembalinya penambang melakukan aktifitas pada kali Anahoni.

4) Tidak ada perlawanan dari penambang ataupun masyarakat pada saat pelaksanaan pernertiban, sehingga penertiban terlaksana dengan aman dan lancar. Ungkap Djamaluddin Paur Humas Polres Pulau Buru.



Bahan kimia yang di lakukan untuk mengkombinasi obat ke Bak Rendaman telah di bakar dan di musnahkan termasuk alat-alat para penambang emas yang berada di kolam.

Untuk menjaga ketertiban masyarakat tim gabungan melakukan monitoring dan observasi lapangan dengan melakukan pendekatan persuasif terhadap penambang sehingga kegiatan penyiaran berjalan dengan aman dan terkendali tanpa ada perlawanan dan unsur paksaan. (****)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button