Homepage

Demokrasi dan Wujud Kepemimpinan Kolektif Kolegial

Namlea, lensadaerah.com. Konsep demokrasi secara sederhana dimaknai sebagai pemerintahan yang kedaulatannya terletak pada rakyat dan sering dilawankan dengan konsep totalitarianisme. Hampir seluruh negara di dunia kini mendaulat dirinya sebagai negara demokrasi. Demokrasi pada dasarnya memberikan harapan kebahagiaan dan kepuasan bagi rakyat, karena rakyat diberi kesempatan seluas-luasnya untuk berpartisipasi dalam pemerintahan dan penentukan kebijakan publik.

Idealnya dalam sebuah negara demokrasi, rakyatlah yang memerintah, membuat undang-undang, dan melakukan aktivitas- aktivitas penyelenggaraan negara lainnya. Namun, konsep demokrasi langsung semacam itu sulit dilakukan. Karna demokrasi yang berkembang dan kita anut dewasa ini adalah demokrasi keterwakilan atau lazimnta desebut perwakilan (representative democracy), sehingga pelaksana aktivitas- aktivitas tersebut adalah orang-orang yang dipilih oleh rakyat melalui Pemilihan Umum (pemilu) dan juga Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)

Di kebanyakan negara demokrasi, sebagian menganggap keberhasilan pelaksanaan kedaulatan rakyat itu terletak pada suksesnya penyaluran hak konstitusi rakyatnya pada saat hari pemungutan itu sendiri dan juga pada sebuah proses administrasi. Dimana hasil pemilu yang diselenggarakan dalam suasana keterbukaan dengan kebebasan berpendapat dan kebebasan berserikat dianggap sangat akurat, partisipatif serta aspirasitif.

Kendati demikian, perlu dipahami bahwa Pemilihan Legislatif, Presiden dan Kepala Daerah tidak merupakan satu-satunya tolok ukur dan tentunya perlu dilengkapi dengan pengukuran beberapa kegiatan lain yang lebih bersifat berkesinambungan, seperti partisipasi dalam kegiatan partai, lobbying, dan sebagainya. Agar dapat menadvokasi masyarakat lebih aktif dalam menetukan kebijakan-kebijakan politik guna menunjang kesejahteraan.

Indonesia pasca perubahan UUD 1945 menganut sistim demokrasi. Dalam penyelenggaraan pemerintahan negaranya, di mana mekanisme pengisian jabatan-jabatan politik penting dalam pemerintahannya dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilu yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Dalam hal ini, seluruh anggota DPR, DPD dan DPRD dan Presiden dipilih oleh rakyat melalui Pemilihan Umum (Pemilu). Adapun kepala daerah dipilih secara demokratis yang dalam undang-undang ditegaskan dipilih oleh rakyat secara langsung melalui Pemilu Kepala Daerah (Pemilukada).

Untuk mewujudkan maksud dan tujuan ideal penyelenggaraan Pemilu, tentunya harus mempersiapkan terbangunnya lembaga penyelanggara pemilu yang memiliki karakteristik profesionalisme dengan sumber daya manusia (SDM) yang handal atau ahli.

Secara spesifik, seorang penyelenggara pemilu layak dianggap profesional, harus memiliki kemampuan berbeda dari bidang pekerjaan lainnya. Adapun indikasi sederhana profesionalisme penyelenggara pemilu adalah :
(1) memiliki kemampuan atau keterampilan dalam menggunakan peralatan yang berhubungan dengan bidang pekerjaan pemilu

(2) memiliki ilmu dan pengalaman dalam menganalisis

(3) bekerja di bawah disiplin yang tinggi

(4) mampu melakukan pendekatan disipliner

(5) mampu bekerja sama dengan para stakeholder

(6) cepat tanggap terhadap masalah pemilu yang kedatangannya sulit terprediksi serta

(7) terlahir by moment and by proses.

Jika kajian profesionalisme penyelenggara pemilu dilakukan analisis dari aspek kepemimpinan. Sejujurnya peran kepemimpinan seseorang/ individu merupakan faktor yang dapat menggerakkan daya dan usaha serta dapat mendukung organisasi dalam mengembangkan tujuan dan pelayanannya.

Gaya kepemimpinan yang menarik untuk dipahami berkaitan dengan pekerjaan sebagai penyelenggara pemilu adalah kepemimpinan transformasional atau kolektif kolegial.

Kepemimpinan kolektif kolegial mempunyai potensi paling besar dalam menanamkan dan memperkuat aspek-aspek budaya dalam organisasi. Korelasi kepemimpinan berhubungan dengan budaya organisasi, bagaimana penyelenggara pemilu mempersepsikan karakterist. (Faisal Amin Mamulaty. *)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button