Kota AmbonOrganisasi Kepemudaan

Perayaan Dies Natalis 1 Tahun GMBK Mengabdi

Ambon – LensaDaerah.com,- Organ Gerakan membangun Bumi Kalwedo (GMBK) merupakan organisasi kepemudaan yang berbasis di kota ambon yang didirikan pada tanggal 17 agustus tahun 2020 lalu atas dasar inisiatif beberapa para pemuda dan pemudi Maluku Barat Daya

Pada tanggal 17 agustus 2021 GMBK beranjak satu tahun usia. Perayaan ulang tahun ini digelar di gedung student center GMKI ambon. Bukan hanya itu perayaan HUT GMBK juga diikuti dengan dialog sesuai dengan tema: “Merangkai Cita Menggapai Asa Demi Bumi Kalwedo”. Dialog ini dihadiri oleh ketiga pembicara hebat yang juga adalah pendamping GMBK antara lain, Franklin Dahoklory yang Berbicara dari aspek organisasi sebagai wadah pengembangan kapasitas, Lita Leanders, peluang anak muda diera digital. Yamres Pakniany berbicara dari perspektif membangun jejaring dari kalangan komunitas.

Dialog ini digelar guna menyadarkan para pemuda/pemudi mahasiswa MBD Untuk mempergunakan waktu dengan baik guna memperkuat kapasitas diri demi MBD lebih baik.

Tidak hanya itu, melalui sambutan ketua umum GMBK Dames Lewansorna menyampaikan dua hal penting dalam menyambut blok masela dan membangun MBD kedepan. Yang pertama aras pemikiran pemuda MBD terhadap segalah sesuatu jangan terlalu menyudutkan kepada politik. Yang kedua, saya mengajak pemuda MBD untuk berpikir praktis tetapi bertindak rasional sehingga segala sesuatu yang dirancangkan demi MBD lebih baik itu bisa berjalan sesuai tujuan yang ingin dicapai.

Dihari ulang tahun GMBK yang kesatu juga keluarga besar GMBK berharap PEMDA MBD bisa melirik 4 point perjanjian MuO Dengan PEMDA pada tahun 2016 antara lain.
Pertama, Memprioritaskan pemenuhan pasokan kebutuhan pokok selama proyek berlangsung dari sumber daya pangan loka MBD seperti: sayur-sayuran, kacang-kacangan, sumber air, bawang, daging dan batu-batuan. Kemudian selain itu juga memprioritaskan tenaga kerja dari bumi Kalwedo.
Kedua, pembangunan pelabuhan udara tepa kecamatan pulau” babar demi mendukung proyek babar selaru.
Ketiga, membangun pusat pendidikan yang bersertifikat internasional dan segera dibangun tahun 2018 pada lahan 350 sentral pemerintah kabupaten MBD serta asrama dan sarana prasarana.
Keempat, Pembangunan pabrik petrokimia di pulau babar kabupaten maluku barat daya. Papar Dames

Lanjutnya, Dari 4 point perjanjian MoU Dengan Pemkab MBD sampai saat ini realisasinya tidak maksimal. Sebenarnya Pemkab MBD kerja apa? Ini merupakan hal yang serius yang mestinya pemda MBD jujur kepada publik terkait 4 point perjanjian ini serta realisasinya sudah sejau ini sampai dimana, karena eksploitasi blok masela bukan menjanjikan kesejahteraan kepada masyarakat melainkan merupakan tantangan yang besar, apalagi mendatangkan tenaga kerja dari berbagai negara yang jumlahnya begitu banyak, maka dampak yang paling besar dirasakan adalah masyarakat adat MBD karena akan terjadi segregasi dan pergeseran budaya masyarakat, Pergeseran ekonomi masyarakat bahkan sampai pada perampasan ruang hidup masyarakat setempat sehingga dikesempatan ini mestinya PEMDA MBD serius memperhatikan hal ini.

Dengan Demikian tugas kita selaku pemuda yang berasal dari bumi Kalwedo patutlah mempersiapkan diri dari sekarang menyambut tantangan eksploitasi blok. Tutup Ketua Umum BMBK (Niko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button