Kabupaten Kepulauan TanimbarDaerah

Piter : Abrasi Pasir kawasan TPU Romean Panggil Pulang DPRD Dapil 3 Tanimbar

Tanimbar – LensaDaerah.com,- Rumah rakyat tidak bertuan di pulau Fordata, slogan yang disasarkan untuk para wakil rakyat asal kabupaten Kepulauan Tanimbar dapil 3 yang sangat dipertanyakan keberpihakannya untuk rakyat.
Jabatan atau rakyat?

Dok. Screnshoot status Bey maiseka dilaman facebook


Foto kondisi wilayah pesisir pantai terkena abrasi yang diviralkan oleh Bey Maiseka pada dinding laman Facebook-nya “Selamat pagi Bapak #Jokowi dan jajaran pemerintahan provinsi Maluku tolong bantu katong masyarakat desa romean pung susah dolo par bikin talit di Katong pung desa romean.Provinsi Maluku, Kab.Maluku tenggara Barat, kec.fordata, ombak pukol katong pung bapa”,Oma,bapa”,ma” (red-lokasi TPU)sampe kuburan su rusak saat melihat kondisi ini ternyata sangat memprihatinkan.

Rakyat terpaksa menimbun kekesalan diatas gelombang dan pasir yang kian terkikis sambil mengumpulkan tanpa bekas rasa percaya untuk para wakil rakyat yang dipercayakan di rumah yang seakan tak bertuan di Pulau Fordata itu.

Piter Titirloloby,S.Pd.,M.Pd Pemerhati Sosial yang juga pendiri Forum Intelektual Muda Tanimbar itu langsung melayangkan dan melancarkan sejumlah pertanyaan kepada para Politisi asal Dapil 3 Kepulauan Tanimbar kepada Crew Lensadaerah.com

“Cukup sudah jangan lagi mempermainkan kepercayaan rakyat diatas abrasi pasir kepercayaan dikawasan TPU dan diatas jalan trans Yaru yang hari ini menimbulkan polemik diatas hak-hak rakyat yang sampai saat ini tidak terdengar suara para wakil rakyat yang hobinya hanya tukang janji dan merasa nyaman dengan janji-janji manis yang sepahit empedu” kesal piter

Kurang peduli atau sudah merasa bosan untuk melayani tuannya sendiri?
Desa Romean yang hari ini sedang bergelut dengan abrasi yang berdampak pada loksi TPU dan nyaris merobohkan pemukiman warga yang berada di pesisir pantai namun mereka dibiarkan mengurus diri sendiri begitupun sama halnya saat rakyat Fordata dibiarkan terkatung-katung terkait hak-hak material mereka beberapa bulan lalu yang tidak dibayarkan oleh kontraktor jalan trans Yaru namun seakan-seakan rakyat dibiarkan berjuang sendiri.

Ada kurang lebih 10 orang dari Dapil 3 dan terlebih khusus Berdasarkan basis pemilih maka ada 2 orang anggota DPRD asal Romean, Keduanya ada dimana dan apa saja yang hendak dilakukan untuk rakyat Romean hari ini? Tanya Piter.

Bangkit dari tidur panjangmu dan lihat rakyatmu yang sedang bergumul bersama harapan diatas tingginya gelombang,abrasi pasir yang kian meluas,hak-hak material yang belum juga terbayarkan, dugaan proyek mangkrak jalan trans Yaru yang sampai saat ini belum di ketahui kepastiannya.

Dalam berpolitik tentu ada keberpihakan sesuai dengan konsentrasi kerja untuk menjaga kepercayaan basis namun lagi-lagi harus diingat bahwa keberadaanmu di rumah rakyat bukan untuk berkelakar terkait peta politik tetapi menyuarakan aspirasi dan melayani masyarakat Indonesia.

Mengurus PI yang masih dalam impian saja harus berangkat dan berjuang walaupun sampai menyerah, boleh idealis asalkan realistis. Lantas bagaimana dengan kondisi realita masyarakat Romean hari ini?

Kita saat ini sedang menunggu dari pihak DPRD Provinsi asal dapil 7 karena semua mereka sedang mengarahkan perhatian ke kepulauan Tanimbar khususnya persoalan abrasi di desa Romean.

Bahkan ada DPRD Provinsi Benhur Watubun yang bukan dari Dapil 7 sudah terkonfirmasi untuk mengupayakan mencari solusi terkait karena beliau juga merupakan putra Tanimbar, Ibu Beliau asal Tanimbar tepatnya Desa Keliobar.

Berselang waktu yang berbeda Hengki Pelata dan Anos Yermias pun terkonfirmasi sedang mencari solusi terkait. Semoga Kepedulian anggota DPRD Maluku bisa memberikan solusi bagi masyarakat Tanimbar terlebih khusus Rakyat Romean yang sedang berusaha untuk mencari solusi untuk wilayah TPU yang nyaris terbawah abrasi. tutup Piter (***)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button