Kabupaten Maluku TenggaraSosial

Talud Nyaris Jebol di hantaman Ombak, Warga Desa Watkidat Waspada di Malam hari.

Maluku Tenggara – LensaDaerah.com,- hujan dan angin kencang disertai ganasnya ombak, menghantam talud (Penahan ombak) serta dua pintu gapura pantai sebelah selatan dan juga utara di desa watkidat hampir roboh akibat benturan yang cukup keras. ditambah lagi saat tengah malam tiba, warga nyaris tak bisa dibuat tidur nyenyak karena hati mereka resah dan was-was dengan berbagai macam kekhawatiran akan mendengar deburan keras ,gemuruhnya angin dan ombak yang semakin besar.

hal ini di ungkapkan Sulaiman Fakoubun, S.AB selaku Ketua Pemuda Watkidat saat di temui Wartawan LensaDaerah.com. tepatnya di desa (ohoi) watkidat, Kecamatan Kei Besar Selatan Barat, Kabupaten Maluku Tenggara. Kamis, 04/02/2021.

Doc. Ketua Pemuda Desa Watkidat, Sulaiman Fakoubun, S.AB


kata Sulfa, Talud Penahan ombak di pantai, perlu ada penambahan atau di buat berlapis karena perbandingan tinggi gelombang atau ombak melebihi kapasitas kekuatan talud, apabila tidak segera di antisipasi dini untuk di tambah 1 lapisan lagi, kemungkinan besar akan bisa mengalami jebolnya talud. bahkan kedua tiang Gapura itu bisa-bisa roboh akibat benturan ombak yang terus menerus.

“ketika saat puncaknya musim alur angin barat tiba, dan tinggi gelombang serta dibarengi Kerasnya benturan ombak di wilayah pesisir barat Kei Besar memang sudah menjadi alamiah dan itu adalah hal biasa menurut masyarakat sejak dahulu, namun dengan sudah dibuatnya Talud penahan ombak, mestinya harus membuat kampung atau desa watkidat ini bisa aman dari berbagai macam musibah ombak laut yang datang. namun sayangnya setiap tengah malam di musim angin barat ini, malah membuat warga watkidat semakin hawatir dan tidak bisa tidur sebab waspada ombak”. ungkapnya

lanjut Sulfa, warga diwatkidat ini sebenarnya bukan takut soal ombaknya. melainkan hawatir rumah-rumah mereka yang tinggal di tepi pantai dan juga yang memiliki kendaraan laut akan mengalami kerugian materi akibat rusak dari bencana ombak tersebut. apalagi rumah yang berdekatan langsung dengan bibir pantai, seperti Rumah milik Kepala Desa (Ohoi) Watkidat, bapak Jamhur Fakoubun di bagian selatan dan rumah.milik bapak Hamis kol Fakoubun di sebelah utara (dun rat dan dun su’)”. tuturnya

kemudian tambahnya pula, kerusakan materi akibat ombak pada beberapa bulan lalu, membuat Petugas BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Maluku Tenggara pun sempat langsung turun meninjau lokasi serta uji petik lapangan pada beberapa lokasi dan mencatat kerusakan-kerusakan yang menimpa Desa watkidat akibat ganasnya ombak tersebut. sehingga kata Sulaiman Fakoubun, BPBD Malra saat itu juga mengatakan kepada masyarakat Watkidat bahwa akan berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan Bantuan melalui Pemkab Malra ataupun bantuan lainnya di Tahun 2021 ini.

“Petugas BPBD Malra sudah melihat dan mencatat berbagai Kerusakan materi yang timbul akibat ganasnya ombak baru-baru ini, seperti rusaknya 1 buah lapangan voli, 2 (dua) buah bangunan MCK, retaknya dinding talut penahan ombak dan 1 buah body perahu boat mesin 15 PK milik salah satu warga juga mengalami patahan yang parah atau rusak total, kemudian di tambah lagi, di desa tetangga Weduar fer juga tambatan perahu milik mereka mengalami kerusakan yang cukup berat”.

saran Sulfa melalui media ini, kedepannya perlu di waspadai dengan serius. sebab (Ohoi) Desa watkidat memiliki 1 buah speed Boat Len usaha dari BUMO (Badan Usaha Milik Ohoi), serta beberapa kendara laut lainnya yang nilainya diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. sehingga agar tidak mendapat musibah yang sama agar tidak di hawatirkan. maka perlu antisipasi dini dengan cara menambah atau melapisi talud, sehingga rumah-rumah warga bisa terlindungi dan terhindar dari segala macam bencana alam dari ganasnya angin serta ombak yang datang pada musimnya” ungkapnya

terakhir Sulfa mengatakan, “harapan kami selaku pemuda desa Watkidat, agar apa yang sudah di janjikan Pihak BPBD Malra itu, kiranya bisa diupayakan untuk menjadi prioritas bantuan ke desa Kami di Ohoi Watkidat Tahun 2021 ini, dan Kami akan ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah kabupaten Maluku Tenggara jika realisasi bantuan yang di harapkan bisa terwujud, intinya adalah kami sebagai Pemuda di Desa Watkidat akan tetap selalu merespon baik dan tetap bersinergi bersama Pemerintah desa (ohoi) untuk mewujudkan kemajuan Pembangunan yang lebih Produktif di Desa untuk Kabupaten Maluku Tenggara yang kita cintai bersama ini. Tutupnya

jurnalis, Radhit

Editor : Redaksi

Artikel Terkait

2 Komentar

  1. jika tidak ingin gelombang menghantam dengan keras hasil tembok reklamasi pantai maka yang perlu dilakakun terpenting jangan mangambil pasir terus menerus di pesisir pantai sekitar watkidat sebab meski kita melakukan reklamasi dalam bentuk tembok tertingi namun pengabilan pasir di pesisir pantai terus berjalan maka efeknya akan seperti itu, sebab hukum alam lebih kuat ketimbang hukup pengadilan
    sekedar saran saja abang editor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button