Hukum dan KriminalNasional

Ketua FBN Maluku Mengutuk Keras tindakan pembantaian warga di sigi

Ambon – Lensadaerah.com,-  Ketua Forum Bela Negara (FBN) Provinsi Maluku Patti Talaohu sangat mengecam dan mengutuk kerasa atas tindakan pembantaian yang menimpa ke empat orang warga di Desa Lembontonga, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah yang diduga menjadi korban pembunuhan.

Talaouhu saat dikonfirmasi wartawan melalui pernyataan persnya di Ambon mengatakan, “tragedi pembunuhan sadis ini telah membuat teror di masyarakat sehingga membuat situasi menjadi tidak aman dan sangat membuat resah masyarakat saat ini”. ungkapnya

kata Talaohu, Pembunuhan 4 (empat) Warga Desa di Sigi sangat mengganggu psikologi dan mental masyarakat sehingga dampaknya menjadi sorotan dan kecaman dari publik.

kepada Lensadaerah.com di Ambon, Ketua Forum Bela Negara Provinsi Maluku sebut Kasus pembunuhan ini telah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) dan tidak mencerminkan 4 Konsensus Dasar Negara Republik Indonesia yaitu UUD 1945, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI

Pati Talaohu yang mewakili Forum Bela Negara (FBN) Maluku Meminta kepada Aparat kepolisian dengan tegas agar segera dapat mengungkap para pelaku pembunuhan itu dan mengadili dengan seadil-adilnya sesuai dengan hukum positif yg berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga bisa memberikan kepercayaan dan kapasitan hukum kepada masyarakat setempat serta memberikan rasa aman kepada warga agar bisa kembali melakukan aktifitasnya seperti sediakala tanpa ada rasa takut sedikitpun.

Talaohu FBN Maluku mengharapkan hukum di Negara ini harus menjadi panglima dan berlaku kepada siapa saja yg telah melanggar dan melakukan tindak kejahatan baik yg ringan, sedang maupun yang paling berat, kalaupun ada aktor intelektual di balik kejadian ini maka pihak kepolisian harus tetap semangat dan harus mampu mengungkapkanya di mata publik dan hukum. Sehingga kesadaran hukum berbangsa dan bernegara terus terwujud di seluruh persada Indonesia dari Sabang Sampai Merauke

“FBN Provinsi Maluku Sangat menyayangkan peristiwa ini harus terjadi sesama anak bangsa. dimana Kelompok yg melakukan pembantaian biadap ini tidak berani mempertanggungjawabkan perbuatannya di Depan publik dan hukum, padahal sudah jelas bahwa pembantaian warga adalah sebuah perbuatan yang tidak terpuji berdasarkan 4 Konsensus Dasar Negara Indonesia dan kami sangat mengutuk tindakan tidak manusiawi itu”. Tegasnya

“Kami berharap warga setempat dapat memberikan kesempatan kepada pihak kepolisian untuk dapat memproses kejadian tersebut sesuai aturan hukum positif di negara kita, sehingga pihak – pihak yg bertikai tetap menahan diri. agar setiap kejadian dapat di selesaikan dengan seadil-adilnya dan
Kita adalah saudara sekandung ibu Pertiwi Negara Kesatuan Republik Indonesia, mari kita rawat dan kita jaga kedamaian dalam bingkai kebhinekaan Tunggal Ika artinya berbeda-beda tapi kita tetap Satu jua” tandasnya

Terakhir kata Talaohu, Kami Forum Bela Negara Provinsi Maluku sangat berharap Hukum ditegakan demi kepentingan NKRI tetap untuh dan solid dalam merawat dan menjaganya berdasarkan 4 Konsensus Dasar Negara Indonesia yakni UUD 1945, PANCASILA, BHINEKA TUNGGAL IKA DAN NKRI maka kami meminta penyelesaian Kasus di Sigi ini segera di prioritaskan demi mengungkap para pelaku kejahatan itu untuk segera di Adili. Tutupnya.

(LD-01)

Editor : Redaksi

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button