Jabatan Danmen Maluku bukan milik pribadi Sodri

Ambon – Lensadaerah.com,- sudah ber tahun-tahun lamanya menjabat sebagai Komandan Resimen Mahasiswa (Danmen) Sodri Reubun, ST tak tergantikan memimpin Staf Komando Resimen Mahasiswa (red-Skomen) di Maluku, sehingga jabatan tersebut seolah-olah menjadi hak jabatan abadi dan hak paten aset kepemilikan pribadinya.

tanpa adanya kesadaran untuk pergantian kepemimpinan dan penyegaran struktur melalui Rapat Komando Daerah disetiap periodenya maka akan mengakibatkan kemandekan yang berkepanjangan untuk Kaderisasi Menwa di Maluku kedepan.

pincangnya sirkulasi pengkaderan Resimen Mahasiswa dimaluku salah satu indikasi terbesarnya adalah penyebab tidak adanya pemberian ruang melalui struktur jenjang karir kaderisasi di tingkat Satuan,Batalyon maupun Skomenwa bagi anggota menwa aktif di maluku. kemudian, ditambah lagi tidak adanya pendidikan dasar Menwa pada regulasi tahunannya yang seharusnya dibentuk satgas diksar oleh Skomen Maluku di setiap tahun anggaran. namun, hal itu justru tidak pernah terjadi sebagaimana regulasi organisasi Menwa pada umumnya dan dimaluku ini diksar Mandiri hanya dilakukan rutin Satuan Unpati bahkan rata-rata kegiatan lebih banyak di arahkan diRindam di Luar Maluku disebabkan fakumnya Skomen. perlu diketahui bersama bahwa hal yang di lakukan oleh skomen ini sudah menyalahi prosedur dan aturan pokok dasar petunjuk pelaksana dan Petunjuk teknis (Juklak & Juknis) Resimen Mahasiswa Indonesia oleh Skomen Maluku

penyebab dari gagalnya memimpin organisasi dan tidak melaksanakan tugas wajibnya selaku pimpinan menwa di Maluku sebagaimana perpanjangan Komando Nasional Menwa Indonesia (Konas) pada tupoksi organisasi di Daerah adalah kesalahan besar bagi Sodri Reubun selaku Danmen Maluku selama bertahun-tahun yang tidak menjalankan tugas pokoknya untuk melaksanakan rutinitas kaderisasi Pendidikan Dasar Menwa diMaluku serta tidak melaksanakan Rapat Komando Daerah (Rakomda) selama dirinya menjabat hingga saat ini. lantas bagaimana dengan Laporan pertanggung jawaban Danmen Maluku dalam penggunaan dari sisi penyerapan anggaran yang setiap tahunnya harus di anggarkan melalui Pagu APBD Provinsi Maluku untuk kegiatan Pendidikan dan kegiatan Resimen Mahasiswa. jika faktanya saat ini tidak ada kegiatan menwa disetiap Tahunnya, serta tidak adanya keterbukaan soal penggunaan anggaran tersebut. lalu anggaran itu dikemanakan selama bertahun-tahun? Anggota menwa saat ini hanya perlu keterbukaan soal anggaran yang digunakan oleh Skomen untuk kegiatan Resimen Mahasiswa di Maluku.

hal ini disampaikan oleh salah satu Alumni Menwa Maluku yang juga mantan Komandan Satuan 01 (Dansat) Politeknik Perikanan Negeri Tual yakni Rahmat Fakoubun saat di konfirmasi dan ditanyai Wartawan Lensadaerah.com Rabu, 28/10/20.

Fakoubun menyampaikan, Organisasi Resimen Mahasiswa punya aturan dan prosedur kaderisasi tersendiri, baik itu secara bertingkat maupun berjenjang seharusnya ada yang bertanggung jawab yakni Skomen di setiap Daerah, namun menurutnya ada ke anehan dan ganjil di Skomen Maluku ini selama bertahun-tahun.

” saya sangat sesalkan dengan Fakumnya Skomen Maluku saat ini. perlu senior sodri pahami, pentingnya kaderisasi dan selaku Danmen harus bertanggung jawab, Resimen Mahasiswa ini adalah organisasi pengkaderan, namun faktanya di Maluku ini sangat berbeda jauh dengan perkembangan menwa di daerah luar sana, kemudian setahu saya setiap tahunnya, menwa Maluku seharusnya di anggarkan di batang tubuh APBD Maluku namun fakumnya kaderisasi dan kegiatan-kegiatan wajib menwa selama bertahun-tahun ini menjadi keanehan tersendiri, dan menimbulkan pertanyaan besar. entah apa yang merasuki Skomen ataukah ada kesalahan teknis dari menejemen kepemimpinan senior sodri atau kah tidak ada anggarannya dari PEMPROV ataukah anggaran tersebut sudah dihanyut ketempat lain, hal ini juga masih menjadi misteri di kalangan anggota Menwa aktif bahkan juga alumni selama bertahun-tahun ini.” tandasnya

Fakoubun Berharap” Menwa Maluku Segera Lakukan Rakomda sehingga perlu adanya penyegaran struktur serta kepemimpinan Skomen yang baru, kurang lebih diRestorasi Kepemimpinan, karena Menwa Maluku ini butuh nafas dan ruh penggerak. Mudah-mudahan Konas Menwa di jakarta melihat fakta kondisi Menwa di Maluku yang sebenarnya sehingga bisa menunjuk dan mengutus salah satu karteker Pjs Danmen sehingga Rakomda bisa terlaksana dan Menwa di Maluku bisa Eksis lebih semangat dan kemudian kami minta Danmen Maluku Senior Sodri harus transparansi kepada kami semua soal penggunaan Anggaran Menwa selama ini, sehingga ada Laporan Pertanggung jawaban yang pasti sesuai yang dianggarkan dan digunakan. tutupnya.

jurnalis, Valdo_07
Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button