Info DesaKabupaten sanana

Ada masalah pada Pengeloaan Anggaran Bumdes Manayana di Desa Pohea

Sanana – Lensadaerah.com,-   Nasrun Paua, ST  yang juga Mantan Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Pohea (HPMP) Sebut ada masalah yang perlu diketahui publik  pada Desa Pohea Kecamatan Sanana Utara kabupaten Kepulauan Sula  pada salah satu Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Manayana yang hingga saat ini masih menjadi misteri, entah apa penyebab kandasnya usaha itu menjadi tanda tanya bagi masyarakat Pohea?

Apakah ada kesalahan dalam managemen usaha yang dikelola ataukah anggaran itu telah digunakan untuk kepentingan pribadi. kini masih menjadi menjadi masalah  untuk di telusuri lebih dalam .      Anggaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Manayana Desa Pohea pada tahun 2017 itu di anggarkan oleh desa sebesar Rp.50.000.000-, untuk di kelola menjadi sumber pendapatan Desa. Sementara anggaran yang di kelola oleh Pengurus Bumdes manayana di jalankan dalam bentuk usaha simpan pinjam pada awal 01 Januari 2018.

Berdasar penjelasan informasi yang dihimpun wartawan lensa daerah bahwa usaha yang dimaksudkan  itu mulai dijalankan awalnya cukup  signifikan namun tak tahu entah mengapa, apa penyebabnya kemudian usaha Simpan pinjam ini mandek secara tiba-tiba dan hingga saat ini masih perlu dipertanyakan.

Mantan Ketua BUMDES Manayana Desa Pohea Samsur Rizal Umamit saat di konfirmasi oleh wartawan  di Kediamannya Kamis,(22/10) mengatakan bahwa Persoalan Bumdes ini Secara administrasi telah selesai dan pada saat itu juga saya sudah menyatakan telah keluar atau mengundurkan diri dari kepengurusan Bumdes saat itu.

“Saya beberapa bulan kemarin di Surati oleh pihak desa untuk rapat bersama disaat itu dalam surat undagan dicantumkan bahwa ketika tidak hadir maka akan di bawa kepihak berwajib, di saat itu juga saya menghadiri undgan tersebut rapatnya di selenggarakan dibalai desa pohea, saya menjelaskan secara rinci anggaran tersebut dan lewat kesempatan itu juga saya secara pribadi mengudurkan diri secara lisan dihadapan Kepala Desa dan Perangkat Desa,”  ujarnya

Selain itu kata Mantan Ketua BUMDES Manayana Desa Pohea, masalah mandeknya bumdes dan ketidak jelasan aggaran ini,  ia anggap tidak lagi berurusan dengan dirinya  sebab waktu itu ia sudah keluar dari kepengurusan.

“Persoalan Ketidak jelasan anggaran 50.000.000-, Yang di jalankan oleh Bumdes saya sudah tidak tau lagi, yang jelas dalam rapat waktu itu saya sudah menyampaikan bahwa Nilai Pinjaman anggota berapa dan termasuk Yang di pinajam oleh pihak desa Rp.10.000.000-, yang tak tau sudah di ganti atau belum saya tidak tau,”jelas Mantan Ketua BUMDES Manayana.

“Saya Juga ingin sampaikan terkait rapat waktu itu dan saya diancam apabila tidak kasih selesai mereka akan bawa ke penegak hukum, toh knapa sampai saat ini kepala desa dan ketua BPD belum juga bawa ke pihak penegak hukum jangan-jangan Kades sengaja Menutupi ini biar jangan orang tau sumber masalahnya,  tandasnya

Secara Terpisah Mantan Ketua HPMP M.Nasrun Paua menanggapi Persoalan ini dan menyebutkan bahwa seharusnya kades mampu menyelesaikan masalah ini karena hal ini merupakan uang orang bayak dan bukan uang milik pribadi.

“Harusnya kades memiliki nyali untuk segra menuntaskan persoalan ini bukan menutupi, karna sudah di lakukan rapat beberapa kali kenapa belum melahirkan solusi yang solutif,” Jelasnya Saat dijumpai dikediamanya

Selain itu kata Nasrun, Saya Dengar juga Kataya pihak kepolisian akan di libatkan dalam masalah ini namun kenapa hingga saat ini masih sebatas janji-janji saja kapan eksennya, Ingat ini uang masyarakat yang harus digunakan dan hanya untuk kepentingan masyarakat jadi kepala desa Pohea juga harus bertanggung jawab penuh untuk selesaikan masalah ini dan jangan dibuat sengaja untuk di diami. Tutupnya

Jurnalis, Adel Ode

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button